Permainan Laskar Mataram Belum Puaskan Pelatih

JawaPos.com – Meski menang dengan skor 1-0, permainan PSIM Jogjakarta saat menjamu Persegres Gresik pada Minggu (9/9) belum cukup memuaskan tim pelatih. Evaluasi yang telah dilakukan usai ditahan imbang PSBS Biak pada laga sebelumnya dirasa tidak berjalan.

Pelatih PSIM Bona Simanjuntak mengatakan, saat ditahan PSBS dengan skor akhir 1-1, anak-anak asuhnya dinilai bermain terlalu terburu-buru. “Sudah kami lakukan evaluasi, tapi permainan malah cenderung terlalu hati-hati,” katanya di Stadion Sultan Agung Bantul.

Bona menjelaskan, meski hampir selama babak pertama mereka menguasai bola, namun ketika sudah mulai masuk ke lini tengah para pemain kurang berani melakukan tusukan-tusukan ke jantung pertahanan lawan. “Terlalu banyak menahan bola ke belakang. Sementara bola yang ke depan masih kurang berbahaya,” katanya.

Pada paruh kedua, tim pelatih dari skuad berjuluk Laskar Mataram ini meminta anak-anak asuhnya melakukan perubahan. Hasilnya, sesekali para pemain bisa berhasil membahayakan zona pertahanan lawan. “Kami tidak mengikuti tempo permainan dari Gresik. Babak kedua ada sedikit perubahan,” ucapnya.

Dalam laga itu, PSIM mampu menang 1-0 berkat gol bunuh diri yang dilakukan oleh pemain belakang Persegres. Tambahan 3 poin ini masih tetap membuat klub kebanggaan warga Kota Jogjakarta berkutat di papan tengah klasemen sementara grup timur Liga 2.

Sementara itu, pelatih kepala Persegres Sanusi Rachman mengakui, melawan PSIM merupakan pertandingan yang cukup alot. “Pemain kami sudah maksimal, tapi Jogja lebih beruntung,” ucapnya.

Namun, menurut Sanusi, setidaknya sudah ada perkembangan dari pola permainan pasukannya setelah pada laga sebelumnya dipecundangi PSS Sleman dengan skor 1-5. Para pemain, lanjutnya, sudah lebih rileks dan mampu mengatur tempo.

“Masih akan kami evaluasi. Peluang untuk keluar dari zona degradasi masih ada. Kami ada beberapa laga kandang lagi,” ucapnya.

(dho/JPC)