Proyektor Interaktif Epson Bikin Siswa Makin Semangat Belajar di Kelas

Sebenarnya, proyektor interaktif Epson mulai hadir di pasaran sejak 2011, namun perusahaan Jepang ini terus melakukan inovasi hingga dapat memenuhi kebutuhan pengguna di sektor edukasi.

“Pada saat kami bawa satu produk, kami buat lagi dan evaluasi di market, sudah sesuai kebutuhan atau belum. Kalau kurang, kami keluarkan lagi produk baru lagi dan mendapat dapat feedback. Kebetulan yang terakhir, merupakan yang paling canggih dan sesuai dengan keinginan sekolah-sekolah,” katanya.

Sekadar diketahui, menurut Zanipar, sudah cukup banyak proyektor interaktif Epson yang digunakan di sekolah.

“Ada sebuah sekolah di Tangerang awalnya membeli 20, kemudian tahun kedua beli lagi 20, jadi total 40 unit proyektor interaktif. Ada juga yang membeli satu atau dua kemudian di-review apakah sudah sesuai,” katanya.

Sejauh ini pada tahun 2017, sudah ada 500-600 unit proyektor interaktif di sektor pendidikan yang terjual. Lantaran pendidikan makin berkembang, Zanipar menargetkan bisa menjual 700-800 unit proyektor interaktif di tahun ini.

Harga proyektor inipun beragam sesuai tipenya. “Untuk perangkat dengan fitur paling lengkap dan spesifikasi paling tinggi dibanderol Rp 56 jutaan, sementara untuk proyektor interaktif dengan fitur lebih umum dibanderol Rp 25 jutaan,” tuturnya.

Uniknya, model yang paling banyak diinginkan konsumen adalah yang memiliki fitur paling lengkap. Namun semuanya disesuaikan lagi dengan kebutuhan dan biaya yang dimiliki sekolah.

“Sebenarnya kita melihat apa yang dibutuhkan oleh penggunanya, itu yang kita hadirkan. Jadi kita nggak hanya jual barang, tetapi sampai barang bisa digunakan dan sampai kami dapat feedback seperti sebelumnya,” katanya.