Sepi Pengguna, Path Bakal Tutup Usia?

Pada Maret 2018, CEO Path Dave Morin masih tampak ‘aktif’ dengan media sosial besutannya. 

Hal tersebut tampak dari dampak kasus penyalahgunaan puluhan juta data pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica.

Media sosial yang identik dengan warna merah ini, langsung mengambil langkah besar agar kejadian serupa tak bakal menimpa mereka.

Pendiri dan CEO Path Dave Morin lewat akun Twitter-nya, @davemorin, berkata kalau dirinya juga sudah dibendung banyak permintaan pengguna agar Path bisa menjaga keamanan data pribadi pengguna.

Karenanya, ia pun mempertimbangkan untuk membentengi media sosialnya dengan merombak aplikasi lebih baik lagi. Sekadar diketahui, Path memang cuma hadir dalam versi aplikasi, baik itu untuk versi iOS dan Android.

Unggahan Dave tersebut sontak menerima ratusan balas dan di-like hingga ribuan kali, tak terkecuali mantan Director of Engineering Path Mike DiCarlo dan beberapa angel investor lainnya.

Mereka bahkan seolah ingin berkolaborasi dan bakal menggelontorkan investasi terkait rencana Dave untuk merombak Path.

Skandal yang menimpa Facebook bisa dibilang paling buruk di sepanjang sejarah perusahaan. Bagaimana tidak, data yang disalahgunakan ternyata diperlukan untuk pemenangan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).

Buntut dari skandal tersebut, para pengguna Facebook kadung kesal dan khawatir karena mereka bisa saja menjadi korban. Para pengguna pun berbondong-bondong menyerukan tagar #deletefacebook di Twitter.

Pada momen ini, Path sebetulnya bisa mengambil peluang besar. Mereka bisa saja membangun ulang aplikasi dengan tingkat perlindungan dan keamanan data yang lebih baik. Dari situlah, para pengguna Facebook (mungkin) bakal beralih ke Path.