Vaksinasi Minim Partisipasi, Kemenkes Diminta Gandeng Tokoh Masyarakat

JawaPos.com – Belum banyak orang tua yang peduli dengan ancaman Rubella atau dikenal dengan istilah Campak Jerman yang mengintai buah hati mereka. Buktinya program vaksinasi Measles Rubella (MR) banyak ditolak di berbagai daerah.

Sejumlah anak di beberapa daerah yang jelas-jelas menolak imunisasi MR pun positif Rubella. Melihat hal ini pun menjadi perhatian anggota DPR Komisi IX dari Fraksi Nasdem Irma Suryani.

Irma meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggandeng tokoh masyarakat untuk mengajak masyarakat waspada bahaya Rubella. Dengan begitu, partisipasi masyarakat dalam program vaksinasi MR meningkat.

Apalagi, lanjut Irma, saat ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah memberikan fatwa mubah mengenai vaksin MR tersebut. Diketahui fatwa itu diberikan lantaran vaksin MR dinilai mengandung babi, namun belum ada vaksin lain yang bisa mencegah penyakit tersebut.

“MUI sudah memberikan fatwanya terkait boleh-tidaknya digunakan. Tinggal disosialisasikan saja manfaat dan mudaratnya jika tidak digunakan,” kata Irma saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (14/9).

Namun, Irma merasa legislator tidak perlu memberikan imbauan keras kepada kepala daerah yang menolak vaksinasi MR. Pasalnya, Irma takut hal itu justru bisa dipolitisasi.

“Tidak bisa (memaksa kepala daerah), karena pada tahun politik pasti akan dijadikan gorengan SARA lagi oleh oknum-oknum yang menghalalkan segala cara,” pungkasnya.

(aim/JPC)