Dua Pemain Ini Bisa Gantikan Peran Pugliara yang Cedera

JawaPos.com – Persebaya Surabaya tengah dilanda cobaan berat. Saat posisi mereka terancam terpeleset ke zona degradasi, sang playmaker andalan Robertino Pugliara dipastikan tak bisa bermain lagi sampai akhir musim ini. Eks gelandang Persib Bandung itu mengalami patah tulang betis kering kaki kiri di laga melawan Borneo FC, Sabtu (13/10) kemarin.

Tekel brutal gelandang Borneo FC Wahyudi Hamisi dalam laga di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya itu membuat Pugliara harus mengakhiri musim lebih cepat. Akibat tekel itu, tulang kering kaki kiri Pugliara patah. Pemain 34 tahun itupun harus melakoni operasi untuk memulihkan kondisi cedera.

Rencananya, operasi akan dilakukan Senin (15/10) ini. Setelah operasi, proses recovery akan dilakukan dengan kisaran waktu bisa mencapai enam bulan.

“Proses pemulihan pascaoperasi membutuhkan waktu kurang lebih enam bulan,” kata dokter tim Persebaya, Pratama Wicaksana. Dengan kompetisi yang akan berakhir pada Desember nanti, praktis Pugliara hanya akan jadi penonton di sisa musim.

Kabar ini jelas tak mengenakan bagi pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman. Sebab, pemain yang akrab disapa Papito itu nyaris tak tergantikan di posisi gelandang serang. Total, dia sudah tampil dalam 22 laga. Mencetak satu gol, 3 assist dan 27 umpan kunci. Jika tak cedera atau akumulasi, Papito selalu tampil.

Sejauh ini, Pugliara baru melewatkan tiga laga bersama Persebaya. Yakni saat imbang 1-1 kontra Sriwijaya FC (22/4), kalah 0-1  dari PSM Makassar (9/6), dan mempermalukan Mitra Kukar 4-1 (22/9). Nah, selama absen, ada dua pemain berbeda yang menggantikan posisi Pugliara.

Mereka adalah Fandi Eko saat bersua Sriwijaya FC, serta dua laga digantikan Misbakus Solikin. Besar kemungkinan dua pemain inilah yang bakal menggantikan peran Pugliara hingga akhir musim.

Di antaranya keduanya, Misbakus punya statistik yang lebih mentereng. Pemain 26 tahun itu sudah tampil dalam 13 laga. Mencetak dua gol, 2 assist dan 14 umpan kunci.

“Stok (pemain) yang ada akan kami maksimalkan. Mudah-mudahan ke depan semua bisa diperbaiki,” kata pelatih yang akrab disapa Djanur itu.

Misbakus memang bisa saja tepilih sebagai pengganti Pugliara. Tapi, kehilangan Pugliara tetap saja mereduksi kekuatan Persebaya. Apalagi, dia punya dribbling yang paling oke.

Tercatat, mantan pemain Persipura Jayapura itu sudah melakukan 29 dribble sukses. Bandingkan dengan Fandi yang hanya mencatatkan 2 dribble sukses. Sementara Misbakus hanya sekali saja.

Sejatinya, masih ada Oktafianus Fernando yang bisa ditarik sebagai gelandang serang. Meski posisi aslinya adalah winger. Dalam beberapa kali latihan, Oktafianus memang sudah dijajal sebagai gelandang serang. Meski begitu, absennya Pugliara jelas jadi kehilangan besar bagi skuad Persebaya.

“Kehilangan Robertino tentu merupakan pukulan besar bagi kami. Dia salah satu panutan tim dan sosok yang sangat profesional,” kata Presiden Persebaya, Azrul Ananda.

Absennya Pugliara memang datang di saat yang tidak tepat. Sebab, Persebaya juga dipastikan masih tanpa David da Silva dalam laga versus Persib Bandung (20/10). Yang jadi masalah, performa Rishadi Fauzi dan Riky Kayame yang merupakan pelapis Da Silva belum juga moncer.

Hal yang jelas menyulitkan Persebaya untuk merangkak naik dari ancaman degradasi. “Saya sangat sedih lebih dari apa pun. Karena tidak dapat membantu tim di tahap terakhir dan paling penting dalam kompetisi ini,” kata Pugliara. 

(gus)