Pelamar CPNS dari Daerah Ini Tak Perlu Lampirkan Ijazah

JawaPos.com – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) mempermudah pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 bagi pelamar yang berasal dari wilayah Sulawesi Tengah. Korban bencana tetap bisa mendaftar tanpa menyerahkan ijazah fisik yang sempat menjadi persyaratan.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, opsi itu diambil lantaran banyaknya keluhan ijazah rusak dan hilang akibat bencana gempa disertai tsunami 28 September lalu. Terutama daerah Palu, Donggala, dan Sigi.

“Jadi nanti rektor dari masing-masing universitas pelamar bisa menjadi penjamin mereka,” ujar Nasir saat ditemui di gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta Timur, Rabu (17/10).

Meski tak merincikan bagaimana mekanisme penjaminan tersebut, dia mengatakan, ijazah kini sudah tidak menjadi kendala pendaftaran CPNS untuk lingkungan Kemenristekdikti.

“Ya mereka (Rektor) konfirm bukan di ijazahnya, tapi sistem jaringan di sana. Bukan karena ijazah. Ijazah tidak ada masalah,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengatakan, pendaftar dari Sulawesi Tengah yang melamar ke kementerian/lembaga pusat mengalami kendala pengiriman berkas fisik yang diminta beberapa instansi. Termasuk Kemenristekdikti.

“PT Pos Indonesia belum 100 persen servisnya. Sehingga mereka juga kesulitan,” ungkapnya, Selasa (16/10)

Hal itu menjadi salah satu alasan rekrutmen CPNS di wilayah terdampak bencana Sulteng ditunda. Alasan lainnya, yakni para pelamar di lingkungan Pemprov Sulteng tidak mendapat cukup kesempatan, lantaran infrastruktur, internet, dan listrik yang sempat lumpuh pascabencana.

“Jadi kesimpulannya (rekrutmen) di-pending sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” jelas Ridwan.

(yes/JPC)