Pengamat CSIS: Hanya Rakyat yang Bisa Menolong Jokowi

Liputan6.com, Jakarta – Joko Widodo atau Jokowi bak fenomena baru di kancah politik era demokrasi di Indonesia. Gerakan masyarakat begitu masif dalam mendukung Gubernur DKI Jakarta itu menjadi presiden. Tidak salah jika dikatakan, basis kekuatan Jokowi adalah rakyat, bukan elite partai. Bahkan, kekuatan rakyatlah yang menjadi penolong dalam memenangkan Jokowi.

“Periode menarik, ternyata yang menjadi penolong dari otoritarian (otoriter) ke demokrasi adalah masyarakat,” kata peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J Vermonte saat diskusi bertajuk ‘Strategi Rakyat Mengawal Demokrasi Pancasila’ di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/10/2014).

Philips menjelaskan, kondisi yang dialami Jokowi saat ini sama dengan apa yang terjadi pada tahun 1999. Setelah Soeharto lengser pada Mei 1998, PDIP memenangkan perebutan kursi presiden. Padahal, tidak bisa dipungkiri, Partai Golkar juga masih tetap kuat saat itu.

“Artinya masyarakat punya kesadaran zaman juga, kapan dia dibutuhkan membantu meneruskan apa yang dicapai. Negara lain sering juga. Ini semacam sunnatullah juga, pada periode tertentu masyarakat akan memutuskan sendiri jalannya politik di tengah dominasi elite lama yang kuat,” ungkap Philips.

Ia menjelaskan, masa keemasan masyarakat muda khususnya juga dirasakan pada Pemilu 2014. Masyarakat yang tidak memiliki hubungan dengan Orde Baru tidak hanya menyumbangkan suaranya, tapi rela menyumbangkan tenaga, waktu, dan pikiran. Hal itulah yang tidak dimiliki calon lain kala itu.

“Masa kedaluwarsanya adalah saat pemilihan MPR. Mereka generasi tua tidak bisa lagi memiliki kemampuan tawar-menawar yang cukup. Mulai itu, yang membantu Jokowi adalah masyarakat,” ujar Philips.

Lebih jauh Philips memaparkan, pergerakan para pemuda juga ditunjukkan saat adanya sengketa penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tanpa perintah, para pemuda membuat website Kawal Pemilu. Di situ, mereka bergabung mengumpulkan data dari formulir C1 yang diunggah (upload) KPU lalu menghitungnya. Hasilnya pun tidak jauh berbeda.

“Ini kan hanya bisa dilakukan oleh anak muda yang mengerti IT. Dan mereka bergerak secara sukarela,” pungkas peneliti CSIS tersebut.

Kusir dan Kuda Kirab Jokowi-JK Didatangkan dari Solo

Liputan6.com, Jakarta – Panitia Nasional Pesta Rakyat mendatangkan kusir asal Solo, Jawa Tengah, untuk mengemudikan andong yang akan membawa Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam kirab pada 20 Oktober 2014.
    
“Kuda dan kusirnya didatangkan langsung dari Solo, sedangkan kereta kencana dari Jakarta,” kata Koordinator Divisi Kirab Panitia Nasional Pesta Rakyat Jay Wijayanto di Jakarta, Kamis (16/10/2014).

Dia menjelaskan, akan ada dua kereta kencana milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang digunakan. Satu untuk membawa Jokowi dan Iriana Widodo dan satu lagi untuk Jusuf Kalla dan Mufidah Kalla.

Kirab budaya akan digelar pada 20 Oktober, mulai pukul 12.00 WIB usai pelantikan Jokowi dan JK sebagai presiden dan wakil presiden di Gedung DPR.

Jalur kirab dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat dan berakhir di lapangan Monumen Nasional (Monas).

Menurut Jay, sejumlah komunitas sudah mendaftarkan diri untuk berpartisipasi dalam kirab tersebut. Antara lain kelompok penari reog Ponorogo, komunitas sepeda bambu, pengguna kostum batik, pemain perkusi, kelompok marching band, dan pemulung.

Beberapa artis Ibukota, termasuk grup band Slank yang akan ikut kirab menaiki andong, akan mengikuti kirab tersebut.

Hingga kini, sejumlah komunitas masih mendatangi Sekretariat Panitia Nasional Pesta Rakyat di kawasan Menteng, Jakarta, untuk mendaftar menjadi peserta kirab.

“Urutan peserta kirab masih dibahas bersama, kami masih menerima pendaftaran peserta kirab, seperti penari dari Papua dan Maluku,” tambah dia.

Pesta rakyat menyambut presiden baru digagas sukarelawan dan simpatisan Jokowi-JK yang membentuk Panitia Nasional Pesta Rakyat yang diketuai oleh Abdee ‘Slank’ Negara. (Ant/Riz)

Jokowi Sudah Sah Mundur Sebagai Gubernur DKI

Liputan6.com, Jakarta – Surat pengunduran diri sebagai Gubernur DKI Jakarta yang diajukan Joko Widodo atau Jokowi telah sampai ke Balaikota Jakarta. Dengan demikian, Jokowi telah resmi mundur sebagai gubernur dan siap dilantik sebagai presiden pada Senin 20 Oktober mendatang.

“Tadi sore surat dari Kementerian Dalam Negeri sudah menyampaikan ke Balaikota,” kata Kepala Biro Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri Heru Budi Hartono di Taman Suropati, Jakarta, Kamis (16/10/2014).

“Keputusan Presiden No 98 Tahun 2014 yang butirnya disebut menyampaikan, pengunduran Pak Jokowi dan Pak Presiden SBY di situ juga tertera mengucapkan terima kasih,” kata dia.

Heru menambahkan, terhitung sejak dikeluarkan surat pengunduran gubernur DKI tersebut, berarti Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok resmi menjadi pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta. Pelantikan Ahok bisa dilakukan 1 bulan setelah menjadi Plt.

“Kalau nggak salah satu bulan sejak 16 Oktober, ya paling 16 November beliau harus sudah dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta,” tandas Heru.

Segala persiapan menjelang pelantikan Jokowi juga sudah dilakukan, baik dari pihak DPR/MPR maupun pengamanan saat pelantikan. Bahkan, persiapan arak-arakan yang akan dihadiri relawan Jokowi juga sudah disiapkan.

Dipastikan Pemilihan Ketua Komisi DPR Usai Pelantikan Jokowi

Liputan6.com, Jakarta – Pemilihan ketua komisi serta kelengkapan dewan DPR, dipastikan usai pelantikan Joko Widodo alias Jokowi pada 20 Oktober 2014. Hal ini dilakukan guna mengsingkronisasikan kabinet dengan menteri.

“Kita menunggu pelantikan Jokowi, termasuk menunggu nomenklatur (pembentukan) kabinet dan nomenklatur mitra kerja,” ujar Ketua DPP PKB Lukman Edy usai rapat konsultasi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/10/2014).

Sementara politisi PDIP Pramono Anung menegaskan, semua pihak bersepakat pemilihan ketua komisi dan kelengkapan dewan dilakukan secara musyawarah mufakat.

“Forum lobi menyepakati musyawarah mufakat dengan alternatif yang ada, meski Kaolisi Merah Putih ada nama-nama, tapi berkembang di lobi menjadi berbeda, perkembangan politik dinamis,” jelas dia.

Meski sepakat, Pramono menegaskan, masih tetap menjadi bahan pertimbangan yang dibicarakan masalah sistem paket.

“Praktis hanya paket sekarang titik berat musyawarah, alternatif 5 tahun lalu atau kemudian menggunakan pola baru. Dalam fraksi Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih mengarah musyawarah tidak ingin deadlock, intinya sebelumnya paket sekarang musyawarah dulu,” pungkas Pramono.

Segala persiapan menjelang pelantikan Jokowi-JK juga sudah dilakukan, baik dari pihak DPR/MPR maupun pengamanan saat pelantikan. Bahkan, persiapan arak-arakan yang akan dihadiri relawan Jokowi juga sudah disiapkan.

Ini Prosesi Pelantikan Jokowi-JK oleh MPR Senin

Liputan6.com, Jakarta – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) akan melantik Jokowi-JK pada 20 Oktober 2014 mendatang. Jokowi dan JK akan diambil sumpahnya sebagai Presiden dan wakil presiden.

Berdasarkan rundown acara yang diterima Liputan6.com, Kamis (16/10/2014), Jokowi-JK akan menghadiri sidang paripurna MPR pada Senin 20 Oktober 2014 pukul 10.00 WIB. Selanjutnya Jokowi akan diambil sumpahnya sebagai presiden pada pukul 10.20 WIB.

Setelah itu, pengucapan sumpah wakil presiden akan diucapkan oleh Jusuf Kalla. Pengucapan sumpah selesai, Jokowi akan memberikan pidato pertama sebagai presiden RI.

Berikut acara pelantikan Jokowi-JK pada Senin 20 Oktober 2014 yang dari Sekretariat MPR dan Istana Presiden:

10.00 WIB Jokowi-JK menghadiri sidang paripurna MPR
10.20 WIB Pengucapan Sumpah/Janji Presiden
10.25 WIB Pengucapan Sumpah/Janji Wakil Presiden
10.45 WIB Pidato Presiden Terpilih
11.00 WIB Pidato penutupan, Doa dan Penutupan Sidang Paripurna MPR
11.10 WIB Acara Selesai dilanjutkan dengan jamuan kenegaraan
12.00 WIB Jokowi-JK meninggalkan Gedung DPR/MPR menuju Semanggi
12.10 WIB Jokowi-JK tiba di Semanggi dan naik andong untuk diarak hingga Istana
12.40 WIB Tiba di Istana disambut Presiden SBY. Dilanjutkan dengan upacara penyambutan, tur singkat keliling Istana, lalu pelepasan SBY keluar Istana.
15.00 WIB Jokowi-JK ikut pesta rakyat di Monas
17.00 WIB Jokowi-JK kembali masuk ke Istana
19.00 WIB Jokowi-JK kembali ke Monas untuk melepas 7.000 lampion
22.00 WIB Acara selesai.

Wasekjen PPP: Gabung ke Jokowi, Kami Tak Anut Asas Transaksional

Liputan6.com, Jakarta – Elite PPP bersilahturahmi dengan Presiden terpilih Joko Widodo alias Jokowi di rumah dinasnya, Taman Suropati, Jakarta. Hasil pertemuan itu menegaskan, partai berlambang Ka’bah itu keluar dari Koalisi Merah Putih dan bergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat.

“Ini kalian lihat pertanda bahwa kami lebih ke Koalisi Indonesia Hebat,” kata Wasekjen PPP Syaifullah Tamliha usai pertemuan, Jakarta, Kamis (16/10/2014).

Dalam silahturahmi, Syaifullah menjelaskan, PPP sudah sepakat dengan garis dan arah kebijakan partai yang ditetapkan Jokowi, yakni politik non transaksional. PPP pun tak meminta jatah kekuasaan.

“Kami melakukan komunikasi politik tidak menganut asas transaksional,” tegas dia.

Sementara Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding yang hadir dalam pertemuan menambahkan, PPP pasti bergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat, sesuai keterangan yang diucapkan dalam pertemuan tertutup itu.

Bahkan, kata Kadir, 2 kubu yang berbeda pandangan di internal PPP hadir dan menyatakan siap bergabung dalam barisan Koalisi Indonesia Hebat –yang mendukung Jokowi-Jusuf Kalla (JK).

“Mereka yang ada di sini bisa dikatakan ada dua kelompok. Ada dari keduanya. Insyallah ke depan, PPP mulai hari ini menyatakan bersama dengan pak presiden dan Koalisi Indonesia Hebat,” tandas Kadir.

Kisruh internal PPP mulai sejak Pileg 2014 lalu, antara kubu Ketua Umum PPP Suryadharma Ali dengan kubu Sekjen PPP Romahurmuziy. Kubu Suryadharma sejak awal mendukung Koalisi Merah Putih –yang menyokong pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Ruhut Sitompul Sebut Rugi Berseberangan dengan Jokowi Terpopuler

Liputan6.com, Jakarta – Ruhut Sitompul, politisi Partai Demokrat yang satu ini memang kerap memunculkan kontroversi terkait pernyataannya. Kali ini, pemeran si Poltak dalam serial Gerhana ini mengemukakan soal kerugian bagi partai yang tidak mendukung Jokowi-JK.

Berita tersebut menjadi berita terpopuler dalam kanal Indonesia Baru. Berita terkait pernyataan putra mantan Kepala Bin Hendropriyono, yang mengaku ayahnya tidak berkeinginan menjadi menteri Jokowi-JK juga banyak disorot pembaca.

Ada juga berita Prabowo yang mesam-mesem saat ditanya kehadiran dalam pelantikan Jokowi-JK. Ingin tahu lebih lengkap berita populer dalam kanal Indonesia Baru pada Kamis 16 Oktober 2014, berikut ulasan berita-berita populer yang terangkum dalam Top 5 Indonesia Baru:

1. Ruhut Sitompul: Rugi Jika Berseberangan dengan Jokowi

Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul mengatakan sekarang waktunya untuk kembali bersatu dalam membangun bangsa. Menurut dia, siapa pun yang kini berseberangan dengan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) akan rugi sendiri.

“Saya rasa sekarang semuanya harus ikut menyukseskan pelantikan Jokowi. Ini pesta rakyat di mana suara rakyat yang memenangkannya. Karena itu saya pikir rugi sendiri jika ada pihak yang berseberangan dengan beliau,” ujar Ruhut di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/10/2014).

Baca selengkanya…

2. Anak Hendropriyono: Ayah Saya Tak Mau Jadi Menteri Jokowi

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono merupakan salah seorang pendukung Jokowi semasa kampanye Pilpres. Usai Pilpres, Hendropriyono pun menjadi penasihat Jokowi.

Peluang Guru Besar Intelijen itu untuk menjadi menteri di pemerintahan Jokowi pun terbuka lebar. Namun, putra Hendropriyono menegaskan, ayahnya akan menolak jabatan bila ditawari menjadi menteri Jokowi.

Baca selengkapnya…

3. Ditanya Kehadirannya Saat Pelantikan Jokowi, Prabowo Tersenyum

 Jokowi dan Jusuf Kalla (JK) bakal segera dilantik sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2014-2019. Mantan rival mereka saat pilpres 2014 lalu, Prabowo Subianto pun tengah menunggu undangan pelantikan Jokowi-JK tersebut.

“Itikat (untuk hadir) pasti ada, bukan bicara macam-macam, undangannya belum datang, kalau besok dikirim baru dipikirin,” kata Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa di gedung parlemen, Jakarta, Kamis (15/10/2014).

Baca selengkapnya…

4. Jokowi ‘A New Hope’ Jadi Sampul Majalah TIME

 Presiden terpilih Jokowi segera dilantik pada 20 Oktober 2014. Majalah TIME menjadikan potret Jokowi sebagai sampul depan edisi 27 Oktober 2014.

Judul sampul majalah itu tertulis, “A New Hope, Indonesian President Joko Widodo is a force for democracy”. Wajah Jokowi pun terpampang secara close up.

Baca selengkapnya…

5. Fadel Muhammad: Beberapa Kader Golkar Diambil Jadi Menteri Jokowi

Beberapa kader Partai Golkar kabarnya akan dijadikan sebagai menteri dalam kabinet Jokowi. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Fadel Muhammad.

Meski demikian, menurut Fadel, partai berlambang pohon beringin itu menegaskan akan tetap berada di Koalisi Merah Putih (KMP).

Baca selengkapnya…

Jokowi Temui Prabowo yang Berulang Tahun ke-63

Liputan6.com, Jakarta – Presiden terpilih Jokowi dijadwalkan bertemu dengan mantan rivalnya saat Pilpres 2014 Prabowo Subianto. Sebelum bertemu Prabowo, Jokowi juga telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Informasi yang diterima Liputan6.com, Jumat (17/10/2014), Jokowi dan Prabowo akan bertemu di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada pukul 10.00 WIB.

Pertemuan 2 mantan capres untuk kali pertama pasca-Pilpres 2014 ini bertepatan dengan ulang tahun Prabowo ke-63. Prabowo lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951.

Meski begitu belum diketahui apa agenda yang akan dibicarakan Jokowi dan Prabowo dalam pertemuan tersebut.

Sebelumnya, Deputi Tim Transisi Jokowi-JK, Andi Widjajanto mengungkap, Jokowi bakal segera bertemu dengan ketua umum dari seluruh partai politik. Termasuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Pak Jokowi ingin ketemu dengan semua kelompok politik, termasuk koalisi Pak Prabowo dilakukan,” ujar Andi.

Rencana pertemuan Jokowi dengan seluruh ketua umum partai politik itu, menurut Andi, sudah disetujui. “Ketemu dengan ketua umum partai semuanya sudah di-propose (diajukan). Responsnya relatif positif. Hanya kesesuaian waktunya saja yang belum,” tukas Andi.

Menko Polhukam: Tak Ada Sertijab Presiden dari SBY ke Jokowi

Liputan6.com, Jakarta – Presiden SBY akan menggelar upacara penyambutan Presiden terpilih Jokowi di Istana Negara. Upacara itu dilakukan setelah Jokowi dilantik sebagai presiden ke-7 RI di Gedung MPR/DPR, Senin 20 Oktober mendatang.

Namun, beredar kabar yang menyebutkan acara penyambutan Jokowi itu sebagai serah terima jabatan presiden dari SBY. Menko Polhukam Djoko Suyanto menegaskan, acara di Istana itu adalah Upacara Penyambutan Presiden Jokowi dan Penghormatan Kebesaran dari TNI dan Polri kepada Presiden Jokowi.  

“Jadi bukan upacara Sertijab yang banyak disalah mengerti beberapa kalangan,” tegas Djoko dalam pesan singkatnya di Jakarta, Jumat (17/10/2014).

Ia menyatakan, upacara penyambutan presiden baru ini akan menjadi tradisi baru demokrasi di Indonesia. “Acara ini untuk menciptakan tradisi baru alih kepemimpinan nasional yang bermartabat dan damai,” tukas Djoko.

Upacara peyambutan Jokowi itu akan dilakukan secara militer. Setelah upacara, Presiden SBY akan memperkenalkan Jokowi kepada staf rumah tangga presiden yang nantinya setiap hari mendampingi Jokowi. Setelah acara di Istana selesai, Presiden SBY akan meninggalkan Istana Merdeka menuju rumah pribadinya di Cikeas, Jawa Barat, menggunakan kendaraan pribadi.

Gerindra Pastikan Jokowi Bertemu Prabowo di Jalan Kertanegara

Liputan6.com, Jakarta – Presiden terpilih Jokowi dipastikan bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pertemuan Jokowi dan Prabowo akan digelar di di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Iya, jadi di Kertanegara,” ujar Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (17/10/2014).

Namun, Muzani mengaku tidak mengetahui apa yang akan menjadi pembicaraan 2 mantan capres pada Pilpres 2014 itu. Menurut dia, hanya Jokowi dan Prabowo yang mengetahui agenda pertemuan tersebut.

“Apa yang dibicarakan kita lihat saja nanti,” kata Muzani.

Sebelumnya, Deputi Tim Transisi Jokowi-JK, Andi Widjajanto mengungkap, Jokowi bakal segera bertemu dengan ketua umum dari seluruh partai politik. Termasuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Pak Jokowi ingin ketemu dengan semua kelompok politik, termasuk koalisi Pak Prabowo dilakukan,” ujar Andi.

Rencana pertemuan Jokowi dengan seluruh ketua umum partai politik itu, menurut Andi, sudah disetujui. “Ketemu dengan ketua umum partai semuanya sudah di-propose (diajukan). Responsnya relatif positif. Hanya kesesuaian waktunya saja yang belum,” tukas Andi.

Twitter Prabowo Subianto Banjir Ucapan Ultah ke-63

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hari ini berulang tahun ke-63. Ucapan selamat pun membanjiri akun Twitter mantan Komandan Jenderal Kopassus itu. Berikut beberapa di antaranya.

“Sekarang izinkan saya, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk abang & sahabat yang begitu saya cintai @Prabowo08,” tulis salah satu akun, Mega Simarmata ‏@MegaSimarmata di Twitter @Prabowo08, Jumat (17/10/2014).

“Barakallahu fii umrik pak.. @ridwankamil Selamat Ulang Tahun Pak @Prabowo08. Semoga panjang umur dan Jangan pernah lelah untuk mencintai Indonesia,” timpal @meirianafitri.

“Happy birthday pak @Prabowo08 all the best for u. Ebiet G Ade: Seraut wajah Prabowo: http://youtu.be/vOMTeXNRDfA,” cuit akun @rindah29.

Bertepatan dengan hari ulang tahunnya, Prabowo Subianto yang memiliki akun Twitter @Prabowo08 kedatangan presiden terpilih Jokowi di rumah Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dengan baju putih dan peci hitam, mantan Danjen Kopassus tersebut langsung melempar senyum saat Jokowi tiba dilokasi.

Jokowi dan Prabowo terlihat kompak mengenakan kemeja putih. Keduanya langsung berpelukan dan saling cium pipi. (Mut)

Akrabnya Jokowi dan Prabowo

Liputan6.com, Jakarta – Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menyambangi kediaman pribadi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tepat pukul 10.05 WIB mantan Gubernur DKI Jakarta itu tiba dengan menggunakan Kijang Innova putih B 1982 SID.

Pantauan Liputan6.com, Jumat (17/10/2014), dengan pengawalan ketat Paspampres, pria yang karib disapa Jokowi itu memasuki rumah Prabowo tanpa sepatah kata pun. Terlihat pula Kepala Staf Tim Transisi Jokowi-JK, Rini Soemarno dan Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto mendampingi Jokowi.

Pewarta yang telah menunggu di rumah bercat putih itu langsung mengerumuni Jokowi untuk mengambil gambar dan mewawancara. Namun, Jokowi diam dan melenggang masuk dengan santai.

Sekitar pukul 10.23 WIB, keduanya keluar dari rumah tersebut. Jokowi dan Prabowo tampak bersalaman lebih dulu sebelum memberikan keterangan pers. Keduanya yang sama-sama mengenakan kemeja putih, terlihat akrab. Sesekali senyum dan tawa keluar dari mulut Prabowo dan Jokowi.

Sementara itu, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan pertemuan ini hanya bentuk silaturahmi.

“Pertemuan hari ini adalah Pak Prabowo sebagai sesama calon presiden yang sejak tanggal 22 Juli dan pertemuan hari ini adalah pertemuan silaturahmi biasa sebagai orang yang menjunjung budaya bangsa,” ujar Muzani. (Mut)

Prabowo: Jokowi Seorang Patriot

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden terpilih Jokowi di rumah Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan itu, Prabowo mengaku penuh dengan keakraban.

“Bapak Jokowi insya Allah tanggal 20 oktober akan dilantik sebagai Presiden RI, saya menerima beliau di rumah almarhum Pak Soemitro, ayahanda saya,” ujar Prabowo, Jumat (17/10/2014).

“Dalam pertemuan dengan penuh keakraban, penuh persahabatan, saya sampaikan ucapan selamat saya atas diangkat, dilantik menjadi Presiden RI,” imbuh dia.

Dalam pertemuan itu, Prabowo juga mengakui Jokowi adalah sebagai seorang patriot. Prabowo yakin Jokowi akan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya sampaikan, saya yakin beliau seorang patriot. Saya yakin di dalam hati beliau keinginan kami sama, adalah keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI sebagai komitmen kita,” ujar Prabowo.

Prabowo Usai Bertemu Jokowi: Kita Harus Bersatu

Liputan6.com, Jakarta – Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dalam pertemuan itu, Prabowo meminta kepada pendukungnya dalam Pemilu Presiden 2014 untuk mendukung pemerintahan Jokowi-JK.

“Bahwa pertarungan politik adalah wajar sampai beretorika dengan keras. Akan tetapi di ujung harus kebaikan, keselamatan dan kesejahteraan rakyat,” ujar Prabowo usai pertemuan dengan Jokowi di Jalan Kertanegara nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014).

Prabowo juga meminta pendukungnya tidak menganggap bahwa perbedaan politik, pandangan dan persaingan politik harus menjadi sumber perpecahan.

“Tidak boleh, kita satu nusa, satu bangsa, kita harus bersatu,” kata Prabowo.

Jokowi menyambangi kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tepat pukul 10.05 WIB mantan Gubernur DKI Jakarta itu tiba dengan menggunakan Kijang Innova putih B 1982 SID.

Dengan pengawalan ketat Paspampres, Jokowi didampingi Kepala Staf Tim Transisi Jokowi-JK, Rini Soemarno dan Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto bersua Prabowo. (Mut)

Prabowo Undang Jokowi Nyanyi di Hambalang

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) akrab usai melakukan pertemuan di rumah ayahanda Prabowo. Prabowo pun mengundang Jokowi untuk menyanyi di rumahnya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

“Saya harap beliau datang ke Hambalang, beliau janji walau jadi presiden akan ke Hambalang. Akan jadi kehormatan bagi saya. Saya akan minta beliau nyanyi di Hambalang,” kata Prabowo disambut tawa Jokowi usai pertemuan di Jalan Kertanegara nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014).

Jokowi yang mengenakan kemeja warna putih pun menyatakan berjanji untuk ke rumah mantan rivalnya dalam Pemilu Presiden 2014 itu.

“Ini janji ke Hambalang saya juga sanggupi, nanti datang karena memang pada bulan Januari kami sudah adakan rencana ke sana naik heli Pak Prabowo, sehingga terima kasih kami masih diundang ke rumah beliau di Hambalang,” ucap dia.

Lalu bagaimana dengan tawaran menyanyi? “Untuk nyanyinya saya tidak bisa memenuhi,” imbuh Jokowi disambut tawa keduanya. (Mut)